Tentang

Berawal dari rutinitas tiap hari “Uncle Fu” minum kopi, serta kegemaran akan makanan sehat yang di buat sendiri, tanpa bahan tambahan seperti pengawet dan MSG.

Uncle Fu membuka kedai pertama-nya di rumah, lalu mendapatkan tempat kecil di Loop graha family…. kemudian diberi kesempatan untuk memiliki kedai yang lebih luas dan bisa muat kamu-kamu semuanya…

Yuk ngopi kongkow, ajak semua teman mu makan sehat; mi, bubur, nasi hainan, dan ayam chasio di Kedai Kopi Uncle. Mari hidup sehat bersama Uncle Fu.

Bagi yang belum bisa membaca tulisan cina di depan kedai Uncle ini, dibacanya "Fu Lu Cha Lou". 
Supaya dapat dibaca oleh semua bangsa yang hidup di Indonesia, diterjemahkanlah menjadi "Kedai Kopi Uncle Fu". Mengapa Indonesia? Ya karena Uncle Fu ini WNI sedari kecil 🙂
Karena itu juga, Uncle Fu tidak menggunakan bahan-bahan yang tidak dapat dikonsumsi oleh kebanyakan orang di Indonesia, supaya semua orang bisa mampir di kedai Uncle.

"Fu Lu" itu namanya Uncle, "Cha Lou" itu dapat diterjemahkan sebagai kedai.
福禄" (fú lù) memiliki akar dari dialek suku Hokkien, yang merupakan salah satu dialek Tionghoa yang banyak digunakan di wilayah selatan Tiongkok, termasuk provinsi Fujian. Dalam dialek Hokkien, "福" (fú) berarti "keberuntungan" dan "禄" (lù) berarti "kemakmuran". Jadi, istilah "福禄" secara keseluruhan merujuk kepada konsep keberuntungan dan kemakmuran.
茶楼 (cha lou) dalam bahasa Mandarin berarti "rumah teh" atau "tempat makan yang menyajikan teh". Ini adalah tempat di mana orang bisa menikmati teh dan juga makanan ringan seperti dim sum atau camilan Tionghoa lainnya. Biasanya, 茶楼 (cha lou) juga menjadi tempat untuk bertemu, berbincang, atau bersantai dengan teman dan keluarga. Jadi kalau dalam budaya Indonesia Cha Lou ini bisa diartikan sebagai kedai ya.

Di Kedai Kopi Uncle Fu ini menyediakan minuman Kopi dan Teh yang bisa kamu nikmati bersama roti panggang dan tim telur signature Uncle Fu.

Psst, ada menu yang gak ditulis di buku menu: Chinese tea. Khusus buat kamu yang pingin minum teh panas, kami sajikan dengan poci mini dan gelas ciu (ukuran kecil).
Di Tiongkok, budaya minum teh telah ada selama ribuan tahun dan berkembang secara signifikan sepanjang sejarahnya. Pada zaman kuno, saat budaya minum teh mulai berkembang di Tiongkok, teh biasanya disajikan dalam cangkir atau mangkuk kecil yang terbuat dari keramik atau porselen.
Cangkir teh atau mangkuk teh tradisional Tiongkok cenderung berukuran kecil, dengan kapasitas yang biasanya tidak lebih dari beberapa teguk. Hal ini karena minum teh di Tiongkok tidak hanya tentang meminum minuman itu sendiri, tetapi juga tentang pengalaman menyantap teh secara perlahan-lahan sambil menikmati aroma dan rasa teh serta konversasi dengan teman-teman atau tamu.
Selain itu, cangkir teh kecil juga memungkinkan peminum untuk menikmati berbagai jenis teh dalam satu sesi minum, karena mereka dapat mencicipi berbagai macam teh dengan jumlah kecil tanpa mengalami pemborosan.
Jadi, ya, menggunakan cangkir teh berukuran kecil adalah bagian dari tradisi minum teh di Tiongkok pada zaman dulu, dan praktik ini masih berlanjut hingga saat ini dalam beberapa konteks tradisional dan upacara minum teh.

NEXT Uncle lanjutkan cerita mengenai mi yah…